Home > TEMPAT WISATA > Keraton Yogyakarta: Wisata Sejarah Kehidupan Kerajaan di Jogja

Keraton Yogyakarta: Wisata Sejarah Kehidupan Kerajaan di Jogja

Keraton Yogyakarta atau disebut juga dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Selain sebagai tempat tinggal sultan, keraton ini juga dijadikan sebagai tempat wisata yang cukup terkenal.

Jogja memang tidak pernah lepas dari sejarah-sejarah keluarga bangsawan yang sangat fenomenal, seperti sejarah Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI (1972-1978) dan Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hingga pada saat ini, mereka tetap mempertahankan tradisi keluarga keraton yang sangat fenomenal. Itulah sebabnya Keraton Yogyakarta yang biasa disebut dalam bahasa Jawa ‘Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat’ dibuka untuk para wisatawan yang sangat ingin menjadi bagian dari saksi sejarah keluarga bangsawan yang paling terkenal di Indonesia.

berfoto di keraton yogyakarta
Sumber foto: Dok. pribadi penulis

Lihat juga tempat wisata menarik lainnya:  Pulau Bidadari atau Lawang Sewu

Jika kalian mulai memasuki istana ini, kalian akan menjumpai halaman keraton yang sangat luas. Selain itu, kalian bertemu dengan salah satu aktivitas yang sedang dilakukan oleh penghuni keraton. Kemudian kalian juga akan menemukan berbagai naskah kuno, angkutan tua, foto-foto keluarga besar keturunan keraton, hingga sisa-sisa budaya Jawa yang masih disimpan di Museum Keraton Yogyakarta. Maka dari itu, tempat wisata bersejarah ini selalu menjadi satu dari daftar tujuan wisata yang paling diminati. Kalian tidak akan pernah bosan untuk mengunjungi setiap sudut museum karena setiap hari pihak Keraton Yogyakarta selalu mengadakan pagelaran budaya.

Keraton Jogja yang dibangun pertama kali oleh Pangeran Mangkubumi pada tahun 1755 tidak pernah sepi pengunjung. Bangunan yang terletak di pusat kota Jogja, dibangun secara simetris antara Gunung Merapi dengan Pantai Parangtritis. Keraton Yogyakarta juga memiliki tata ruang yang sangat konsentrik dan setiap tata ruang tersebut terhubung oleh sembilan gerbang. Tradisi Jawa yang sangat kuat inilah yang menarik perhatian banyak sekali wisatawan lokal dan mancanegara untuk mengunjungi Keraton Yogyakarta ini.

Aktivitas yang bisa kamu lakukan di Keraton Yogyakarta

Melihat Pertunjukan Budaya

Setiap hari, pihak Keraton Yogyakarta selalu mengadakan pagelaran budaya yang sangat bervariasi, dimulai dari pembacaan Macapat (puisi bahasa Jawa), pementasan wayang kulit, wayang golek, hingga berbagai macam tari-tarian. Peserta dari pagelaran budaya tersebut tidak hanya berasal dari kalangan keluarga kerton, melainkan dari siswa hingga mahasiswa Yogyakarta asli. Jika tertarik, kalian bisa bertanya kepada pihak keraton mengenai waktu-waktu pagelaran yang telah disediakan. Jika beruntung, pada hari Selasa Wage (satu dari kalender Jawa) diadakan lomba panahan yang mewajibkan seluruh peserta untuk memakai pakaian adat khas Jawa dan memanah dengan posisi duduk.

pertunjukan budaya di keraton
Sumber gambar: wego.co.id

Mempelajari Sejarah

Museum Keraton Yogyakarta tidak hanya menyimpan bukti-bukti sejarah budaya tentang seluk-beluk keluarga keraton. Kota Jogja juga berperan sebagai saksi sejarah proklamasi untuk mempertahankan kemerdekaan dari Agresi Militer Belanda II sebagai ibukota pada saat itu juga menyimpan banyak sekali koleksi bersejarah berupa foto-foto hingga senjata api yang digunakan untuk mempertahankan wilayah dari penjajah. Bagi kalian yang penasaran dengan perkembangan sejarah Indonesia, Keraton Yogyakarta bisa menjadi tempat yang cocok buat kalian. Jangan lupa untuk menanyakan setiap detil sejarah yang tersimpan melalui orang-orang keraton yang menyambut seluruh wisatawan.

belajar sejarah di museum
Sumber foto: Dok. pribadi penulis

Fotografi

Kalian tidak akan pernah melewatkan momen ini apalagi untuk mengabadikan momen-momen kehidupan orang-orang keraton hingga pagelaran budaya khas Keraton Yogyakarta. Arsitektur hingga perabotan khas Jawa yang berusia abad ke-18 dengan perawatan yang sangat baik membuat para wisatawan terpana. Kalian tidak hanya dapat mengambil foto seluruh ruangan di keraton tetapi kalian juga dapat mengambil foto bersama prajurit-prajurit keraton. Ajaklah satu dari mereka untuk menjadi bagian dari kenangan liburan kalian.

foto depan keraton
Sumber gambar: smua-ada-di-sini.blogspot.com

Tips Berwisata ke Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta merupakan satu dari tempat wisata di Jogja yang sangat sakral. Selain digunakan sebagai tujuan wisata bersejarah, Keraton Yogyakarta juga digunakan sebagai kediaman keluarga besar Kesultanan Yogyakarta. Sebagai turis, sudah kewajiban kita untuk menjaga peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan seperti memakai pakaian yang rapi, sopan, dan tertutup. Kemudian ada beberapa aturan di dalam keraton untuk melepas alas kaki kita. Meskipun kita diperbolehkan untuk mengambil gambar di sekitar keraton, ada yang harus kita ketahui bahwa tidak semua tempat di sekitar keraton bisa mengambil gambar sesuka hati kita. Contohnya adalah mengambil gambar dari salah satu aktivitas orang-orang keraton. Jika ingin, kalian dapat menanyakan kepada pihak Keraton Yogyakarta untuk meminta ijin pengambilan gambar. Jika diijinkan, siapkan biaya perijinan pengambilan dokumentasi hanya Rp 1.000,- saja.

Sekilas Informasi Tentang Tempat Wisata

Jam buka Keraton Yogyakarta sekitar jam 9 pagi sampai jam 2 sore setiap hari jadi kalian tidak bisa meluangkan waktu cukup lama di sana. Jika kalian ingin berkeliling setiap sudut tempat di sana, diusahakan untuk datang lebih awal. Bagi yang ingin melihat pagelaran budaya, kalian dapat melihatnya mulai dari jam 9 atau 10 pagi dengan jenis pagelaran berbeda seperti gamelan, wayang, tari-tarian, hingga pembacaan puisi bahasa Jawa. Semua pagelaran yang diadakan tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis.

Harga tiket masuk untuk mengitari seisi keraton juga sangatlah terjangkau. Kalian hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar Rp 5.000,- untuk wisatawan lokal dan Rp 15.000,- untuk wisatawan mancanegara. Fasilitas-fasilitas yang disediakan pula juga tidak hanya sekedar museum, kalian dapat belajar kebudayaan Jawa seperti memainkan gamelan, menari, membaca Macapat, dan sebagainya.

Jika kalian tertarik untuk mengunjungi Keraton Yogyakarta dan ingin menginap di dekat lokasi wisata, kalian dapat menemukan berbagai penginapan dengan harga yang cukup terjangkau. Harganya mencapai Rp 50.000,- sampai Rp 200.000,- per malam menurut fasilitas yang kalian butuhkan. Salah satu penginapan yang bisa menjadi rekomendasi liburan kalian adalah Pondok 71 yang hanya berjarak 10 menit dari lokasi keraton, halte TransJogja, dan alun-alun Taman Sari. Jika tertarik, kalian hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar Rp 60.000,- sampai Rp 100.000,- per malam.

Cara Menuju Keraton Yogyakarta

Jika kalian menginap di kawasan Malioboro, disarankan untuk menggunakan transportasi lokal di Jogja seperti becak atau delman untuk menghindari kemacetan. Jika memilih becak, kalian hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10.000,- sampai Rp 15.000,- per orang untuk perjalanan bolak balik. Kemudian bagi kalian yang lebih memilih untuk menggunakan delman, siapkanlah kocek sebesar Rp 20.000,- hingga Rp 25.000,- perjalanan bolak balik.

Bagi yang menginap di luar kawasan Malioboro, kalian bisa menggunakan bus TransJogja kemudian turun di halte alun-alun utara. Harganya lebih terjangkau yaitu Rp 3.000,- sekali jalan.

Oleh-oleh khas Keraton Yogyakarta

Kalian dapat menjumpai berbagai macam koleksi cideramata yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk orang-orang terdekat kalian seperti kaos, stiker berlambang Kesultanan Yogyakarta, gantungan kunci, gelas, dan sebagainya. Harga-harganya mulai dari Rp 2.000,- sampai Rp 100.000,- tergantung jenis oleh-olehnya. Letaknya tersebar di mana-mana, bisa di sekitar alun-alun utara bahkan di setiap ruas-ruas jalan kota Jogja. Sangat terjangkau. Kota Jogja juga sangat terkenal dengan jajanan bakpia pathok, kalian bisa bertanya kepada penduduk setempat dan mereka akan membawa kalian langsung ke pusat oleh-oleh.

bakpia khas jogja
Sumber gambar: initempatwisata.com

Para keluarga keraton juga memiliki cita rasa makanan yang sangat mewah dan banyak diminati pula oleh warga setempat. Jika tertarik, kalian dapat mengunjungi rumah makan yang menyajikan menu-menu favorit keluarga keraton di Bale Raos di Jalan Magangan Kulon. Nuansa yang sangat etnik ini telah menjadi tempat favorit bagi keluarga-keluarga keraton hingga para pejabat negara dari seluruh dunia.

Tempat wisata lain dekat Keraton Yogyakarta

Alun-alun Taman Sari

alun alun tamansari
Sumber gambar: wisatapedi.com

Tidak jauh dari lokasi Keraton Yogyakarta, kalian dapat mencapai tempat ini menggunakan becak. Tempat ini sebelumnya digunakan sebagai tempat tinggal para bangsawan Keraton Yogyakarta. Ketika berada di sana, kalian akan menjumpai beberapa ruangan seperti ruang pemandian, tempat tidur, dan sebagainya. Lokasi yang bercampur dengan rumah warga setempat membuat kalian akan berbaur dengan keramah-tamahan dengan mereka. Taman Sari ini juga pernah ditempat oleh Ratu Pantai Selatan atau biasa disebut Nyi Roro Kidul. Maka dari itu, tempat ini juga dikenal cukup mistis dan sangat sakral.

Pasar Beringharjo

pasar beringharjo
Sumber gambar: latitudes.nu

Kota Jogja yang sangat terkenal dengan kain batik membuat kita tidak boleh ketinggalan untuk membeli pakaian batik khas Jogja. Jika ingin mencari dengan harga miring dan membeli dengan jumlah yang sangat banyak, Pasar Beringharjo adalah tempat yang tepat untuk memenuhi kebutuhan kalian. Pasar yang terletak tepat di dalam lokasi Malioboro merupakan pasar yang sangat ramai oleh para wisatawan. Barang-barang yang dijual pula sangatlah beragam, mulai dari tas, pakaian batik, perabotan rumah tangga, dan sebagainya.

Kontributor: Amirahvelda Priyono
Mengunjungi Keraton Yogyakarta pada bulan Januari 2014
Tanggal upload artikel: 28 Januari 2017

Tempat wisata menarik lainnya:

1. Pantai Sadranan, Wisata Pesona Alam Joga Layaknya di Pulau Dewata

2. Situ Patenggang – Wisata Keindahan Danau yang Memukau di Bandung

3. Jogja Bay – Menikmati Suguhan Wahana Air Terlengkap di Indonesia

About Amirahvelda Priyono

Amirahvelda Priyono, alumni Sastra Prancis Universitas Padjadjaran. Asal dari Surabaya namun sekarang tinggal di Jatinangor dan mau meniti karir di Jakakrta. Hobi menulis, fotografi, desain grafis, dan denger musik jazz.

Check Also

Pulau Bidadari: Berlibur di Eco-Resort Sambil Berwisata Sejarah

Pulau Bidadari adalah sebuah tempat wisata bahari berupa pulau yang terletak paling dekat dengan teluk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *