Home > TEMPAT WISATA > Pulau Bidadari: Berlibur di Eco-Resort Sambil Berwisata Sejarah

Pulau Bidadari: Berlibur di Eco-Resort Sambil Berwisata Sejarah

Pulau Bidadari adalah sebuah tempat wisata bahari berupa pulau yang terletak paling dekat dengan teluk Jakarta. Tempat wisata ini dikelola oleh swasta dengan tema eco-resort. Pulau ini dikelola menjadi eco-resort ramah lingkungan dimana 40% dari luasnya masih merupakan habitat alami berupa hutan alami, hutan bakau untuk mencegah abrasi serta pepohonan langka yang dilestarikan. Berkat kondisi alamnya yang masih alami, jika kamu beruntung kamu bisa melihat biawak berukuran 1-3 meter dan elang bondol yang berhabitat di pulau ini.

Pintu masuk Pulau Bidadari
Pintu masuk Pulau Bidadari (Sumber gambar: travelwisatapulauseribu.com)

Lihat juga tempat wisata menarik lainnya: Pantai Sadranan atau Kalibiru

Selain menawarkan pesona alamnya yang masih alami, di pulau ini kamu akan menemukan Menara Martello, bangunan peninggalan jaman VOC yang dibangun sekitar abad ke 17 dan masih dilestarikan sampai sekarang. Bicara tentang sejarahnya, di pulau ini dulunya terdapat rumah sakit untuk para penderita Lepra, sehingga sempat dijuluki Pulau Sakit. Nama Pulau Bidadari sendiri diberikan agar seirama dengan pulau-pulau lain disekitarnya yang bernama Pulau Khayangan dan Pulau Putri.

Meriam & reruntuhan Menara Martello yang masih tersisa
Meriam & reruntuhan Menara Martello yang masih tersisa (Sumber foto: Dok. Pribadi penulis)

Daya tarik lain yang coba ditawarkan adalah resort yang berada di atas laut atau yang dikenal dengan cottage apung (floating cottage). Cottage ini berupa rumah panggung dari kayu yang didirikan di atas air laut seperti perkampungan nelayan. Selain itu juga terdapat cottage di darat yang terdiri dari dua model yakni model panggung dan bukan panggung. Cottage-cottage tersebut bisa kamu sewa dengan membeli paket wisata dari pengelola resminya.

Floating Cottage
Floating Cottage (Sumber foto: Dok.Pribadi penulis)

Aktivitas yang Bisa Kamu Lakukan di Pulau Bidadari

Menelusuri Jejak Peninggalan Sejarah

Tak jauh dari pintu masuk terdapat sebuah bangunan bersejarah yang disebut Menara Martello. Dibangun pada sekitar abad 17, bangunan sebagian besar sudah hancur akibat serangan tentara Inggris pada 1800-1812. Menara Martello ini mengadaptasi dari Mortella Point di Italia, dimana Mortella Point ini berhasil menahan serangan Inggris ke Italia di abad 15.

Hingga saat ini pintu masuk Menara Martello belum diketahui letaknya
Hingga saat ini pintu masuk Menara Martello belum diketahui letaknya (Sumber foto: Dok. Pribadi penulis)

Pasukan Inggris yang terkesan dengan keefektifitasan menara ini kemudian mengadaptasinya di wilayah perang lain. Karena ada perbedaan bahasa, pasukan Inggris menyebutnya jadi Martello. Nah, Pasukan Belanda yang menguasai Batavia saat itupun tidak mau kalah sehingga membangunnya di Pulau Onrust, Pulau Kelor dan Pulau Bidadari sebagai pos pertahanan barat untuk melindungi kota Batavia dari serangan musuh. Selain pos pertahanan barat, VOC juga mendirikan pos pertahanan timur di Pulau Edam atau sekarang disebut Pulau Damar Besar.

Bersepeda Keliling Pulau

Pulau ini sangat luas jika kamu jelajahi dengan berjalan kaki, tak ada salahnya kamu menjelajahinya dengan bersepeda, sepeda bisa digunakan gratis jika kamu membeli paket wisata di resort ini. Ada beberapa tempat menarik yang bisa kita jelajahi sambil bersepeda. Mulai dari hutan bakau yang menjadi habitat Biawak dan Elang Bondol, pantai pasir putih yang menawan hingga rimbunnya pepohonan yang merupakan jenis langka yang dilestarikan. Ada satu pohon ikonik yang dinamakan Pohon Jodoh. Konon, pasangan yang berada di bawah Pohon Jodoh akan langgeng hubungannya. Tak heran jika banyak pasangan calon  pengantin terlihat pemotretan pre-wedding di bawah Pohon Jodoh.

Pepohonan yang mengering saat kemarau
Pepohonan yang mengering saat kemarau (Sumber foto: Dok. Pribadi penulis)

Bermain Water Sports

Selain fasilitas penginapan tersedia juga fasilitas hiburan water sports yang sudah termasuk dalam paket wisata Pulau Bidadari. Agar liburanmu makin seru, kamu bisa menguji adrenalin dengan menaiki Banana Boat atau Sofa Boat.

Hunting Sunset dan Sunrise

Berlibur di pantai tak lengkap rasanya tanpa melihat indahnya sunset dan sunrise. Jika kamu menginap di sini jangan lewatkan momen untuk hunting sunset dan sunrise di pulau ini. Carilah spot yang bagus seperti dekat floating cottage, dermaga atau di pantainya untuk mengabadikan momen indah  ini.

Suasana sunset di Pulau Bidadari
Suasana sunset di Pulau Bidadari (Sumber foto: Dok. Pribadi penulis)
suasana sunrise
Suasana Sunrise (Sumber foto: Dok. Pribadi penulis)

Tips Berwisata ke Pulau Bidadari

Sama seperti berpergian ke daerah pantai dan pulau lainnya, waktu terbaik mengunjungi Pulau Bidadari adalah saat musim kemarau, selain menghindari cuaca buruk, kamu akan melihat pohon-pohon di sekitar pantai mengering sehingga terlihat lebih eksotis untuk dijadikan objek foto. Jangan lupa membawa sunblock, kacamata hitam dan topi untuk melindungimu dari sengatan matahari. Saat menjelajahi bagian hutan pakailah lotion anti nyamuk agar terhindar dari sengatan nyamuk. Selain itu, jika kamu bertemu dengan biawak berukuran besar, jangan panik atau malah menakuti biawak tersebut. Tetaplah tenang, biawak tersebut akan pergi sendirinya karena takut dengan keberadaan manusia, jangan sampai kita merusak atau mengganggu habitat alami mereka.

Biawak yang berhabitat di Pulau Bidadari
Biawak yang berhabitat di Pulau Bidadari (Sumber foto: Dok. Pribadi penulis)

Sekilas Informasi Tentang Pulau Bidadari

Pulau ini memiliki luas sekitar 6 hektar dan keseluruhannya dikelola oleh swasta lewat PT. Seabrezz Indonesia. Tidak ada rumah penduduk atau fasilitas umum disini, semua fasilitas berada dalam pengelolaan Pul0ua Bidadari Eco-Resort. Maka dari itu untuk bisa mengunjungi pulau ini kamu harus membeli paket wisata secara resmi pada kantor agen travel yang berada di dermaga Marina Ancol. Terdapat beberapa pilihan paket wisata, seperti paket One Day Tour dan Paket Menginap di Cottage.

Cottage bertipe Deluxe Room
Cottage bertipe Deluxe Room (Sumber gambar: pulaubidadariecoresort.com)

Untuk paket One Day Tour dikenakan biaya Rp. 400.000,- per orang sudah termasuk speed boat PP, tiket masuk Pulau Bidadari, makan siang dan tour ke Pulau Onrust, Pulau Kelor, Pulau Kahyangan (Cipir).  Sedangkan untuk paket menginap, tersedia beberapa jenis cottage diantaranya cottage standar, untuk keluarga, suite berbentuk rumah panggung, sampai cottage terapung. Silahkan memilih paket tersebut dan sesuaikan selera dan budget kamu. Selain melayani pengunjung perorangan, Pulau Bidadari juga menyediakan fasilitas untuk acara outing perusahaan atau family gathering. Untuk info lebih lengkap dan update silahkan kunjungi website resminya di pulaubidadariecoresort.com.

Cara Menuju Pulau Bidadari

Untuk menuju tempat wisata ini kamu bisa melalui Dermaga 17 Pantai Marina Ancol, Jakarta. Disana tersedia kantor resmi penjual paket wisata ke Pulau Bidadari. Pengunjung akan diantar dengan speed boat yang berangkat pukul 10:00 WIB dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dan jadwal kembali speed boat pukul 18:00 WIB (atau mengikuti kapal rombongan lain yang lebih dulu).

Kantor sekaligus Lounge yang menjual Paket Wisata ke Pulau Bidadari di Dermaga Pantai Marina Ancol
Kantor sekaligus Lounge yang menjual Paket Wisata ke Pulau Bidadari di Dermaga Pantai Marina Ancol (Sumber foto: Dok. Pribadi penulis)

Oleh-oleh Khas Pulau Bidadari

Di sini terdapat gift shop yang menjual souvenir khas Pulau Bidadari yang bisa kamu jadikan oleh-oleh. Gift Shop ini terletak di lobby depan resort. Ada berbagai souvenir mulai dari hiasan dari dari kerang, topi, kaos, sampai celana berlogo Pulau Bidadari. Harganya rata-rata masih di bawah Rp. 100.000,-.

Berbagi souvenir yang dijual
Berbagai souvenir yang dijual (Sumber foto: bennyrhamdani.com)

Tempat Wisata Lain dekat Pulau Bidadari

Pulau Onrust

Hanya butuh sekitar 15 menit dari Pulau Bidadari menuju Pulau Onrust dengan perahu motor tradisional. Di pulau ini terdapat reruntuhan bekas bangunan karantina haji. Ya, selain sebagai tempat persinggahan kapal dan pos pemantauan (James Cook dan Abel Tasman pernah singgah di Pulau ini untuk mengisi perbekalan), Pulau Onrust juga sempat dijadikan karantina haji. Saat masa kolonial dahulu kala, sebelum berlayar berbulan-bulan untuk pergi haji, orang-orang tersebut dikarantina dahulu agar terbiasa dengan cuaca laut. Dan setelah pulang tidak terkena penyakit menular yang sedang mewabah yaitu Lepra. Penyakit yang memiliki nama lain kencing tikus menjadi penyebab kematian muda bagi warga Belanda dan masyarakat lokal di masa itu.

Pondasi bekas penyangga kasurdipan di barak haji
Pondasi bekas penyangga kasur/dipan di barak haji, sengaja dibuat agak tinggi agar tidak ada tikus bersarang (Sumber foto: Dok. Pribadi penulis)

Banyak kisah yang tertinggal dan masih menjadi misteri di Pulau ini, mulai dari legenda terowongan dan harta karun emas hingga kisah hantu wanita Belanda, Maria Van De Velde, yang katanya sih kerap terlihat membawa lentera di pantai, menunggu kekasihnya tiba dengan kapal. Sejarah lengkap pulau Onrust bisa kamu lihat di museum kecil yang dibangun pemprov DKI Jakarta untuk melestarikan benda arkeologi yang masih ada.

Pulau Kelor

Di Pulau yang memiliki luas sekitar 1,5 hektar ini juga terdapat sisa reruntuhan menara Martello yang berdiri tinggi di bagian ujung pulau. Menara ini masih berhubungan dengan Menara Martello di Pulau Bidadari dan sama-sama dibangun VOC pada abad 17. Menara ini terbuat dari batu merah dan berbentuk silinder agar senjata bisa bermanuver 360 derajat. Luas pulau yang tak seberapa membuat kita bisa melihat dari ujung ke ujung. Sayangnya diperkirakan Pulau Kelor tidak bertahan hingga 50 tahun lagi karena terancam abrasi laut. Pulau ini bisa ditempuh ± 15 menit dari Pulau Bidadari dengan perahu motor tradisioanl. Bersama Pulau Onrust dan Pulau Kahyangan (Cipir), berkunjung ke ketiga pulau ini sudah termasuk paket wisata mengunjungi Pulau Bidadari. Jika kamu tidak ikut paket wisata, kamu tetap bisa mengunjunginya dengan menyewa perahu motor tradisional yang ada di Pelabuhan Muara Angke, kemuadian membayar tiket masuk ke Pulau tersebut, masing-masing Rp. 5.000,- per orang.

Menara Martello yang ada di Pulau Kelor
Menara Martello yang ada di Pulau Kelor (Sumber foto: Dok. Pribadi penulis)

Kontributor: Antin Agustin
Mengunjungi Pulau Bidadari pada bulan Oktober 2015
Tanggal upload artikel: 15 Januari 2017

Tempat wisata menarik lainnya:

1. Pantai Klayar Pacitan – Kemegahan Alam Samudra di Jawa Timur

2. Kota Tua Jakarta – Wisata Sejarah Kota Batavia Zaman Dahulu

3. Pantai Sawarna – Review, Rute, & Tiket Masuk Pantai Sawarna Banten

About Antin Agustin

Pemilik nama lengkap Tri Settyo Agustin, berdomisili di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Seorang pecinta kereta api yang bermimpi menelusuri jalur kereta api di seluruh dunia. Hobi travelling, badminton, membaca, dan sedang belajar menulis, berbagi kisah perjalanannya agar bermanfaat bagi orang lain. Mari jelajahi negerimu, kenali negerimu, dan cintai negerimu dengan travelling. Kunjungi kisah perjalanan saya lainnya di antinagustin.wordpress.com Salam, @antin.agustin

Check Also

Keraton Yogyakarta: Wisata Sejarah Kehidupan Kerajaan di Jogja

Keraton Yogyakarta atau disebut juga dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *