Home > TEMPAT WISATA > Museum Angkut Batu Malang – Foto & Review Lengkap

Museum Angkut Batu Malang – Foto & Review Lengkap

Museum Angkut merupakan salah satu tempat wisata yang berada di kompleks Jatim Park II, tepatnya berada di Jalan Terusan Sultan Agung, No. 2, Kota Batu, Malang. Sesuai namanya, museum ini berisi tentang berbagai hal yang terkait dengan angkutan di darat, laut, dan udara. Di dalamnya terdapat lebih dari 10 zona yang berisi tentang informasi dan pameran berbagai benda terkait alat transportasi yang ada di dunia, mulai dari zaman dulu hingga yang modern.

museum angkut
Zona Broadway (sumber gambar: Dok. pribadi penulis)

Lihat juga tempat wisata menarik lainnya: Gunung Bromo atau Kota Tua Jakarta

Istimewanya, Museum Angkut tidak hanya berisi tentang alat-alat transportasi saja, akan tetapi juga menyediakan informasi mengenai Movie Star Studio yang menjelaskan tentang film-film yang ada di Indonesia maupun di Hollywood. Selain itu, tempat wisata ini juga menyediakan beberapa zona yang menarik, khusus buat kamu yang mempunyai hobi fotografi. Adapun zona tersebut meliputi: Zona Edukasi, Zona Jerman, Zona Batavia, Zona Inggris, Zona Gangster and Broadway, Zona Las Vegas, Zona Italia, Zona Hollywood, Zona Prancis, dan juga Zona Pasar Apung Nusantara.

Replika Vespa di museum
Replika Vespa (sumber gambar: Dok. pribadi penulis)

Menurut pihak pengelola, museum ini merupakan salah satu penyumbang pengetahuan mengenai alat transportasi yang terbesar dan terlengkap di Asia. Awalnya, Museum Angkut dan Movie Star Studio didirikan pada tanggal 9 Maret 2014 dengan luas area sekitar 3,8 hektar. Di dalamnya berisi tentang perkembangan berbagai macam alat transportasi dari seluruh penjuru dunia mulai dari yang tradisional hingga modern, dari yang tidak bermesin hingga yang bermesin. Semuanya dikemas secara menarik sehingga melahirkan sebuah mahakarya museum yang menjadi kebanggaan Indonesia dikancah mancanegara (sumber: museumangkut.com).

Aktivitas yang Bisa Kamu Lakukan di Museum Angkut

Berburu Kuliner di Zona Pasar Apung

Setelah puas mengitari Museum Angkut, tentu kamu akan merasa lapar dan ingin mengisi perut yang kosong. Di salah satu area tempat wisata ini, ada sebuah zona menarik yang dinamakan dengan Zona Pasar Apung. Di sana kamu bisa berburu kuliner khas dengan menaiki perahu-perahu yang disediakan oleh pihak pengelola. Selain itu, kamu juga akan diajak melewati replika gerbong kereta api yang bergoyang, lengkap dengan pemandangan buatan yang bisa dilihat dari kaca gerbong. Tak hanya itu saja, Zona Pasar Apung juga didesain sedemikian rupa hingga mirip dengan pasar apung yang ada di Kalimantan, yakni dengan proses jual-beli yang dilakukan di atas perahu yang mengapung. Sajian kulinernya pun cukup beragam, terdiri dari menu-menu khas nusantara seperti: gudeg, nasi timbel, gado-gado, bakso, rujak cingur, dan juga pempek.

Zona Pasar Apung
Zona Pasar Apung (Sumber foto: zhafiratrans.co.id)

Mengunjungi Museum D’Topeng

Di tempat ini juga terdapat satu museum yang tak kalah menarik jika dibandingkan dengan Museum Angkut. Namanya adalah Museum D’Topeng. Ya, Museum D’Topeng merupakan sebuah museum seni yang berada di kawasan objek wisata Museum Angkut. Di dalamnya terdapat 2.000 buah koleksi topeng dari seluruh penjuru nusantara mulai dari Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Papua. Selain topeng, museum ini juga memamerkan koleksi benda antik lainnya seperti keramik, wayang, kitab suci kuno yang terbuat dari kulit binatang, dan lain sebagainya.

Museum Topeng malang
Museum D’Topeng (Sumber foto: hello-pet.com)

Menikmati Pertunjukan Museum Angkut

Setelah berburu kuliner dan mengunjungi Museum D’Topeng, kamu juga bisa menikmati beberapa suguhan menarik berupa Pertunjukan Museum Angkut yang terdiri dari pertunjukan China Town dan Batavia Show pada jam 13.00 WIB hingga jam 13.30 WIB. Selain itu, ada juga pertunjukan Welcome to Gangster Town pada jam 14.00 WIB hingga jam 14.30 WIB. Tak hanya itu saja, di sini kamu juga bisa melihat Parade Museum Angkut dan Movie Star Studio pada jam 17.00 WIB. Tapi sayangnya, kamu hanya bisa melihatnya pada saat weekend atau holiday season saja.

foto gangster town batu malang
Gangster Town (Sumber foto: sunteatraveller.blogspot.com)

Tips Berwisata

Agar liburanmu tidak terkendala hujan, alangkah baiknya jika kamu mengunjungi tempat ini pada musim kemarau, sekitar bulan April hingga Oktober. Selain itu, sebaiknya kamu datang ke tempat ini pada sore hari menjelang petang. Karena pada saat itu, lampu-lampu LED di dalam museum sudah mulai dinyalakan, sehingga akan membentuk perpaduan yang apik dan romantis untuk berfoto. Nah, karena suhu udara di Kota Batu cukup dingin, maka pakailah pakaian yang bisa menghangatkan tubuhmu, seperti jaket, syal, ataupun penutup kepala. Dan tentunya, kamu jangan sampai melewatkan momen bahagiamu untuk berfoto bersama orang terdekatmu. Maka dari itu, bawalah kamera terbaik yang kamu miliki.

suasana pada malam hari
Suasana pada Malam Hari (Sumber: atikatriana.blogspot.com)

Sekilas Informasi & Harga Tiket Masuk Museum Angkut

Dengan luas sekitar 3,8 hektar, tempat wisata ini dibagi menjadi beberapa zona yang dilengkapi dengan beragam ornamen serta landmark yang khas pada setiap zonanya. Misalnya saja Zona Edukasi yang cocok dikunjungi bersama si buah hati. Ya, di sini anak-anak akan mendapatkan informasi mengenai sejarah perkembangan transportasi dengan cara yang menyenangkan.

harga tiket masuk museum angkut malang
Harga Tiket Masuk Museum Angkut: (Sumber: namnamstory.blogspot.com)

Selain itu, ada pula Zona Sunda Kelapa dan Batavia yang memamerkan berbagai jenis kendaraan pada masa penjajahan Belanda, lengkap dengan replika Pelabuhan Sunda Kelapa dan miniatur kapal yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Dan yang paling populer adalah Zona Gangster and Broadway. Di sini kamu akan diajak untuk mengenal dunia gangster yang pernah hits di tahun 1970-an. Suasana di zona ini telah diatur sedemikian rupa hingga mirip dengan kota yang pernah ditinggali Al Capone, seorang gangster ternama di zamannya.

Nah, jika kamu berminat dan ingin mengunjunginya, objek wisata ini mulai dibuka pada jam 12.00 WIB hingga jam 20.00 WIB. Untuk biaya masuknya, dipatok dengan harga sebesar Rp. 50.000,00 (weekday) dan Rp. 75.000,00 (weekend). Jika kamu menginginkan tiket masuk terusan untuk mengunjungi Museum Angkut dan Museum D’Topeng, maka harga tiket masuk nya ditambah lagi sebesar Rp. 10.000,00. Oh ya, perlu kamu ketahui, jika kamu membawa kamera DSLR, Polaroid, Handycam, ataupun Kamera Digital, maka kamu akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 30.000,00 (berlaku untuk semua jenis kamera kecuali kamera handphone).

Cara Menuju Museum Angkut

Secara administratif, Museum Angkut berada di Kecamatan Batu, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tepatnya di Jalan Terusan Sultan Agung, No. 2, Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Lokasi Museum Angkut ini berada tak jauh dari objek wisata Jatim Park 1. Untuk mencapainya, kamu hanya perlu mengikuti petunjuk arah dari pusat Kota Malang menuju objek wisata Jatim Park 1. Setelah berada  di  Jatim Park 1, lurus saja hingga menemui ujung jalan. Nah, di situlah letak lokasi tempat wisata ini. Jika kamu masih bingung, berikut ini adalah titik koordinat GPS-nya: -7.877655, 112.518969.

Oleh-oleh

Objek wisata Museum Angkut menyediakan tempat khusus yang digunakan sebagai lokasi penjualan berbagai souvenir, merchandise, serta oleh- oleh khas dari Indonesia. Nama tempat tersebut adalah Zona Pasar Apung. Di sini kamu bisa membeli makanan khas tradisional dengan suasana pasar tempo dulu serta nuansa kha pasar apung yang ada di Kalimantan. Berbagai kerajinan dan lukisan gaya seniman Kota Batu turut meramaikan suasana Pasar Apung, seperti seni batik, lukis, ukir, karikatur, dan lain sebagainya. Istimewanya lagi, kamu bisa berinteraksi secara langsung dengan para seniman dan membawa pulang hasil karya seni tersebut.

Pusat Oleh-oleh Pasar Apung
Pusat Oleh-oleh Pasar Apung (Sumber gambar: malang-plasa.blogspot.com)

Tempat Wisata Lain dekat Museum Angkut

Batu Night Spectacular (BNS)

BNS merupakan sebuah objek wisata yang paling cocok dikunjungi pada saat malam hari. Ya, objek wisata ini didirikan untuk mendukung Kota Batu sebagai all day city holiday, yang artinya dari pagi hingga malam kamu bisa menikmati wisata di kota ini. BNS mulai beroprasi pada jam 15.00 WIB hingga jam 24.00 WIB. Di sini tersedia beragam wahana yang ditujukan untuk berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Lokasinya berada tak jauh dari objek wisata Museum Angkut, tepatnya di Jalan Hayam Wuruk, No. 1, Oro-oro Ombo, Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Adapun beberapa wahana favorit yang bisa kamu nikmati antara lain: sepeda udara, cinema 4D, rumah hantu, kidz zone, dan taman lampion. Harga tiket masuk nya sebesar Rp. 20.000,00 (weeday) dan Rp. 30.000,00 (weekend). Jika ingin hemat, kamu bisa membeli tiket masuk terusan yang dijual dengan harga Rp. 90.000,00/ orang.

batu night spectacular
Batu Night Spectacular (Sumber foto: wordpress-hpurnomo01.rhcloud.com)

Eco Green Park

Tak jauh dari objek wisata Batu Night Spectacular, kamu bisa sekalian mampir ke Eco Green Park yang terletak di Jalan Oro-oro Ombo, No. 9A, Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Setiap harinya, tempat wisata ini dibuka mulai jam 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. Harga tiket masuk ke Eco Green Park dipatok dengan harga Rp. 40.000,00 (weekday) dan Rp. 60.000,00 (weekend). Di tempat ini, kamu bisa mendapati lebih dari 10 zona permainan yang terdiri dari: Zona Insectarium, Zona Walking Bird, Zona Music Plaza, Zona Jungle Adventure, Zona Animal Farm, Zona World Parrots, Zona Duck Kingdom, Zona Rumah Terbalik, dan masih banyak lainnya. Ada salah satu zona baru yang ditambahakan oleh pihak pengelola Eco Green Park, yakni zona memerah susu sapi. Di sini kamu akan ditunjukkan cara memerah sapi perah Friesian Holstein (FH).

Eco Green Park Batu Jawa Timur
Eco Green Park (Sumber gambar: skyscrapercity.com)

Kontributor: Drajat T. Jatmiko
Mengunjungi Museum Angkut pada bulan Maret 2015
Tanggal upload artikel: 30 Mei 2016

Tempat wisata menarik lainnya:

1. Pulau Harapan – Tempat Terbaik Menjelajahi ‘Pulau Seribu’ Yang Sebenarnya

2. Pantai Anyer – Tempat Wisata Favorit Warga Ibukota Yang Gada Habisnya

3. Candi Prambanan – Eksotisme Candi Hindu Terbesar di Indonesia

About Drajat Jatmiko

Drajat T. Jatmiko, pemuda kelahiran Blora yang suka jalan-jalan, baca buku, dan bersepeda santai. Ia pernah punya cita-cita jadi seorang astronot. Tapi semenjak ada kabar flat-earth, akhirnya ia banting stir jadi penulis artikel. Kini ia tinggal dan menetap di Prambanan, Yogyakarta. Bisa ditemui di instagramnya: @dt_jatmiko

Check Also

Wisata Keraton Yogyakarta – Foto & Review Lengkap

Keraton Yogyakarta atau disebut juga dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *